Thursday, July 29, 2021
Spreading the love for Indonesian football culture


Budaya Sepak Bola di Indonesia: Sepak Bola Api (Sepak Sawut)

Arichipelago indonesia dipenuhi dengan banyak aspek budaya yang menarik dan memiliki hubungan yang mendalam dengan sepak bola! Salah satu sorotan…

By Awaydays Asia , in Budaya Sepak Bola , at Juli 15, 2020 Tag: ,

Arichipelago indonesia dipenuhi dengan banyak aspek budaya yang menarik dan memiliki hubungan yang mendalam dengan sepak bola! Salah satu sorotan di mana perayaan sehari-hari terjalin dengan sepak bola adalah permainan Sepak Sawut, atau “sepak bola api”.


Sepak sawut atau sepak bola api. Sentuhan khusus pada permainan indah yang dominan dimainkan di Kalimantan Tengah juga dikenal sebagai pulau Kalimantan. Sama seperti permainan sepak bola biasa, dua tim bersaing satu sama lain, tetapi alih-alih bola normal, mereka mengatur bola terbakar! Bola terbuat dari bagian kelapa kering, direkatkan dengan minyak kelapa dan bersimbah minyak tanah.

Para pemain menggosok (merah)pasta gigi di kaki mereka untuk mencegah kulit mereka terbakar. Yang tampaknya bekerja kecuali kiper yang menyelam di bola api bila perlu dan kadang-kadang menangkap sepak bola on-fire di lengannya. Masyarakat Kalimantan menyukainya dan berteriak serta mendukung para pemain pemberani sambil sesekali menyelam dengan “ooohs” dan “aaahs” ketika kelapa yang salah arah membakar lalat ke kerumunan.

Untungnya, selama sejarah permainan langka ini, belum ada pemain atau suporter yang terbakar saat bermain game tradisional. Pasta gigi khusus harus diterapkan ke seluruh tubuh untuk mencegah rambut tubuh terbakar karena hujan percikan api yang dilepaskan setelah seorang pemain memukul bola.

Sepak bola Sawut sendiri merupakan permainan tradisional di Indonesia, hanya di daerah-daerah tertentu yang mengenali dan memainkannya. Namun bagi masyarakat Kalimantan Tengah, permainan sepak bola Sawut dulu sangat populer di kalangan masyarakat.

“Game ini dimainkan di malam hari, sehingga terlihat berkobar dan spektakuler”


Dikatakan, permainan Sawut di Kalimantan Tengah hanya dimainkan dalam acara-acara tertentu yang menjadi tradisi bagi generasi. Permainan ini biasanya dimainkan di acara-acara di mana orang mencapai keberuntungan setelah bertani, pernikahan, atau berhasil di bagian lain kehidupan. Namun saat ini permainan sepak bola Sawut jarang dilakukan di acara-acara di masyarakat, sehingga menyaksikan permainan tradisional sudah menjadi langka.

Salah satu alasan yang mendasari permainan seremonial dimainkan dengan bola api adalah keyakinan kuno bahwa api bisa menakut-nakuti roh jahat. Beberapa komunitas merendam bola kelapa dalam minyak tanah selama lebih dari seminggu untuk mencapai api setinggi mungkin. Semakin tinggi nyala api, semakin takut roh akan menurut kisah-kisah legendaris.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, permainan perlahan-lahan menghilang tetapi jika Anda masih ingin mendapatkan kesempatan untuk melihatnya dengan mata Anda sendiri, kami akan merekomendasikan Anda mengunjungi Festival Budaya Isen Mulang di Kalimantan! Acara tahunan ini menyelenggarakan banyak penampakan budaya seperti olahraga, tarian, parade, dan lebih banyak acara untuk menyoroti dan menampilkan tradisi lokal.

Comments


Tinggalkan Balasan


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Us!