Monday, October 18, 2021
Spreading the love for Indonesian football culture


Marc Klok – Lebih dari Atlet

Beberapa hal memang telah ditakdirkan! Ia yang tidak mencapai puncak di Eropa tetapi menjadi bintang mutlak di Indonesia. Dengan berbagai…

By Awaydays Asia , in Wawancara , at November 3, 2020 Tag: , ,

Beberapa hal memang telah ditakdirkan! Ia yang tidak mencapai puncak di Eropa tetapi menjadi bintang mutlak di Indonesia. Dengan berbagai tingkat kesuksesan, ia bermain di Bulgaria, Skotlandia, dan Inggris, namun pindah ke Indonesia pada tahun 2017 mengubah hidupnya! Tidak banyak orang yang akan melepaskan paspor belanda mereka (mengingat itu bisa memasuki ke 186 negara dengan itu ) untuk menjadi warga negara Indonesia, tetapi Marc Klok melakukannya.

(Click here for English)

Lahir dan dibesarkan di ibu kota Belanda, Amsterdam! Ia memulai karirnya di FC Utrecht tetapi mewujudkan mimpinya di Indonesia. Ada berbagai macam cara untuk mencapai puncak dari kemampuan Anda dan bakat saja tidaklah cukup! Sepak bola bukanlah satu-satunya hal yang mendorongnya, kesuksesan di luar lapangan sama pentingnya. Selama karirnya, dia memulai beberapa perusahaan, dan bahkan selama pandemi saat ini, dia adalah orang yang sibuk.

Marc Klok lebih dari atlet
Marc Klok di ruang persiapan Persija!

Kami duduk bersama bintang ukiran Marc Anthony Klok di Bali dan berbicara tentang kisah hidupnya yang unik.

Pondasi Skotlandia

Tidak peduli bagaimana atau apa yang diperlukan untuk sukses sebagai pemain sepak bola profesional. Saya memiliki tujuan saya, dukungan dari kedua orang tua saya dan saya bertekad untuk menjadikannya sebagai seorang profesional.

Di FC Utrecht, saya tidak berhasil masuk tim utama, saya menunggu terlalu lama dan tidak merasakan kepercayaan pelatih. Koneksi menghubungkan saya dengan Ross County di Skotlandia, peluang yang baik di negara yang mencintai sepak bola.

Meskipun masa-masa sulit dan tingkat keberhasilannya tidak tinggi, itu adalah salah satu periode terpenting dalam hidup saya. Pada saat itu sebagai anak muda, saya tidak menyadarinya saat itu, tetapi pengalaman pertama merawat diri sendiri di dunia yang keras dan sulit pada usia itu adalah dasar dari sisa karir saya. Hidup lebih mudah jika Anda sukses di lapangan, suasananya positif dan orang-orang tertarik pada anda dan tindakan anda. Sejujurnya saya dapat mengatakannya meskipun saya tidak bermain banyak pada saat itu, saya belajar banyak tentang diri saya dan dunia sepak bola.

Sayangnya, tidak semuanya berjalan dengan baik dan saya perlu mencari klub baru. Dengan pelajaran hidup yang dipelajari di Skotlandia, saya mencari klub dan tantangan baru.

Bulgaria Memanggil

Bahwa saya menemukan klub baru dan tantangan di Bulgaria adalah sesuatu yang luar biasa, tetapi saya harus mengambilnya dengan kedua tangan karena tidak ada klub lain yang menarik pada saat itu. Saya harus lulus uji coba untuk mendapatkan kontrak yang bukan hal baru bagi saya. Dalam dua hari saya memiliki kontrak yang ditandatangani oleh Tsjerno More Varna, klub sepak bola tertua di Bulgaria.

Fasilitasnya sangat buruk dan hanya sedikit orang yang bisa berbahasa Inggris. Butuh waktu sekitar 6 bulan sebelum para pendukung mengapresiasi saya sebagai pribadi dan pemain. Orang Bulgaria sangat hangat dan baik, tetapi anda harus membuktikan diri sebagai orang baik terlebih dahulu. Sebelumnya, mereka cukup menghakimi dan Anda perlu mendapatkan rasa hormat, terutama sebagai orang asing.

Awalnya cukup sulit tetapi pelajaran yang didapat di Skotlandia dan pola pikir yang benar membuat saya terus maju. Pelatih memberikan saya kepercayaan diri dan saya memulai di sebagian besar pertandingan. Untuk pertama kalinya dalam karir saya, saya menjadi pemain populer dan para pendukung mulai mencintai saya. Perasaan itu luar biasa tetapi saya menginginkan lebih. Saya butuh tumpangan ke Liga Premier, tujuan utamanya adalah bermain di Old Trafford! David Beckham adalah idola saya dan gaya hidupnya serta penampilannya di luar lapangan adalah gambaran yang besar yang saya inginkan.

Dari Inggris dan Skotlandia hingga Surga Indonesia

Setelah sukses di Bulgaria, saya menemukan diri saya berjuang lagi di Inggris. Merupakan impian setiap pemain untuk mencapai Liga Premier dan saya berharap untuk bisa mencapainya melalui Oldham Athletic tetapi itu tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Segera setelah saya pindah ke Skotlandia, saya mendapat kesempatan untuk menandatangani kontrak di Indonesia. Saya hanya perlu memutuskan kontrak saya di Skotlandia untuk bisa pindah ke PSM Makassar di Indonesia. Saya memberi tahu bos bahwa saya tidak ingin bermain sepak bola lagi dan perlu istirahat. Jiwa keberanian Amsterdam saya membantu untuk beristirahat di Skotlandia dan saya bisa segera pindah ke pulau tropisnya Sulawesi.

Marc Klok dengan Oldham
Marc Menandatangani kontrak di Oldham Athletic

Saya berkunjung ke Indonesia (Bali) sekali, walaupun pulau Bali yang populer berbeda dengan Kota Makassar, keramahan masyarakatnya tetap sama. Semenjak saya tiba di Makassar, saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Saya mendapatkan vila yang bagus dekat dengan pantai yang memiliki tujuh kamar, seorang pengawal dan sopir pribadi. Membandingkan dengan kamar saya yang kecil di Oldham ini ada peningkatan yang cukup besar.

Pelatih PSM Robert Rene Alberts adalah orang di balik tranfernya saya ke PSM Makassar. Dia memberi saya banyak kepercayaan diri yang dimana itu sangat penting bagi seorang pemain sepak bola. Jadi dari awalnya, saya tiba dirumah dan langsung membuat target yang ingin saya wujudkan di Indonesia. Menjadi bintang (David Beckham dari Indonesia) dan mandiri secara finansial termasuk dalam daftar target itu.

Hubungan Pluim dan Klok

Gelandang Belanda Wiljam Pluim pindah ke Makassar setahun sebelum saya tiba dan itu sangat bagus memiliki rekan Belanda. Meskipun awalnya dia tidak menyukai sikap saya,menurut saya. Kami berdua berkepribadian yang sangat berbeda dan berasal dari kota yang berbeda di Belanda. Saya pikir kesombongan Amsterdam atau kepercayaan diri saya mengganggunya pada awalnya. Tapi tidak butuh waktu lama sebelum kami menjadi teman baik dan menciptakan hubungan berharga di lapangan untuk PSM Makassar.

Marc Klok - Lebih dari atlet  Marc Klok dan Wiljan Pluim dengan PSM Makassar
Marc di sebelah kiri dan temanya Wiljan Pluim di kanan

Kami menanyakan beberapa pertanyaan spesifik kepada Marc tentang 3 tahun di PSM Makassar di Sulawesi Selatan.

Apakah perbedaan persiapan sebelum pertandingan? Apakah anda mengalami masalah dengan bahasa?
Pelatih kami melakukan pidato singkat dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan langsung ke Bahasa Indonesia oleh seorang anggota staf. Jadi cukup mudah bagi saya untuk mengikutinya. Tapi sejujurnya bahasa sepak bola adalah sama bagi semua orang. Hanya sebelum pertandingan, anda harus fokus dan bersedia memenangkan pertarungan. Sebenarnya hanya 3 atau 4 pemain di PSM yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Saya tahu bahwa jika ingin sukses di Indonesia, saya perlu belajar bahasanya secepat mungkin.

Apakah momen sepakbola terbaik atau pertandingan paling berkesan yang pernah anda mainkan sejauh ini?
Itu salah satunya bersama ibu dan nenek saya di tribun di Makassar. Saya mencetak dua gol pertama saya dan kami menang dengan skor 5-1 dari Persipura (kalau saya tidak salah). Sampai saat itu kami belum pernah menang dari mereka sebelumnya. Itu adalah momen yang sangat emosional bagi saya dan keluarga saya. Saya masih ingat kebahagiaan di mata ibu saya di hari itu.

Dihari kami memenangkan piala terakhir tentu saja adalah nomor dua yang sempurna! Kami membuat sejarah dengan PSM dan perayaannya di kota dan itu sangat luar biasa.

Dan apakah satu hal yang tidak ingin anda ingat?
Sebenarnya ada dua game yang tidak ingin saya ingat. Kalah di kandang melawan Bali United di menit-menit terakhir dalam pertarungan berat untuk kejuaraan sangat mengerikan. Saya benar-benar menangis setelah pertandingan itu di lapangan bersama dengan Wiljan Pluim. Kami seharusnya memenangkan pertandingan itu tetapi entah bagaimana kami tidak mencetak gol. Bali United juga memiliki beberapa pemain Belanda pada saat itu dan itu membuat permainan menjadi lebih intens. (Nick van der Velden, Stefano Lilipay, Sylvano Comvalius, dan Irfan Bachdim, bermain untuk Bali United dimasa itu, dan mereka semua berakar Belanda)

Pertandingan di Makassar melawan Bali United

Dan setahun kemudian kami bermain imbang di pertandingan kedua terakhir musim ini. Jika kami memenangkan pertandingan melawan Bhayangkara, kami memiliki peluang untuk menjadi juara di kandang seminggu setelahnya.

Bagaimana hubungan Anda dengan pemain Belanda dari Bali United?
Hubungannya cukup intens! Kami bersaing untuk kejuaraan dan semua orang ingin menjadi yang terbaik. Meskipun kami semua berasal dari Belanda, kami bukanlah teman baik. Bahkan di luar lapangan, hubungan sedikit memanas. Tapi bukankah itu keindahan permainannya? Anda perlu memiliki saingan untuk mendapatkan yang terbaik diluar dari anda dan rekan satu tim anda.

Pernahkah anda merasa takut di dalam atau di luar lapangan?
Usai peluit akhir saat kami baru kalah di menit-menit terakhir melawan Bali United di kandang sendiri. Kami tahu kami telah kehilangan kesempatan untuk menjadi juara dan para suporter sangat merasa emosional. Mereka memasuki lapangan dan pemandangannya cukup mengesankan. Saya tahu kami adalah pahlawan mereka tetapi anda tidak pernah tahu emosi apa yang terjadi pada suporter di Indonesia. Bali United harus mengambil tank militer untuk melarikan diri dari kawasan dimalam itu.

Penampakan setelah pertandingan terakhir di Makassar!

Selama bertahun-tahun di Makassar, Marc menjadi terkenal dan orang yang sangat terkenal di kota itu. Dia memulai kedai kopi yang sukses, bernama “Koffie O Klok” dan menyadari bahwa dengan popularitasnya itu langit adalah batasnya! Setelah waktu yang indah dan dihormati di PSM Makassar, langkah selanjutnya sedang dilakukan. Dengan rasa sakit di hatinya dan rasa “maaf” yang besar untuk semua penggemarnya di kota, dia meninggalkan tempat di mana kesuksesannya dimulai.

Gambaran Terbesar

Meskipun saya memiliki segalanya di Makassar, saya menginginkan lebih! Saya selalu bermimpi bermain untuk timnas di Indonesia dan memenangkan liga masih menjadi target saya. Saya berhubungan dengan Persija di Jakarta dan berkesempatan menandatangani kontrak di salah satu klub terbesar di Indonesia. Kota Jakarta kira-kira luasnya 20 kali dari Amsterdam dan merasa senang bisa kembali ke kota besar. Dari segi bisnis, ada banyak peluang di kota terbesar di Indonesia dan penampilan di belahan dunia lain jauh lebih bai

Marc Klok - Lebih dari atlet - Persija Jakarta
Marc di klub baru Persija Jakarta!

Selain pindah ke ibu kota dan kontrak baru saya di Persija, saya juga berhubungan dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Resmi Indonesia). Ternyata saya bisa bermain untuk timnas Indonesia jika saya mengganti paspor Belanda saya dengan paspor Indonesia. Dengan paspor Indonesia, saya tahu saya akan kehilangan semua keuntungan dari memiliki paspor Belanda, yang merupakan salah satu paspor terbaik di dunia tapi itu satu-satunya kesempatan untuk mewujudkan impian saya… bermain untuk tim nasional Indonesia.

Stadion Gelora Bung Karno - Marc Klok lebih dari atlet
Perbedaan antara bermain di Jakarta (kiri) dengan Makassar (kanan)

Jadi di sinilah saya sekarang! Menandatangani kontrak di salah satu klub terbesar di Indonesia, dan minggu depan saya akan mengambil paspor Indonesia saya yang baru! Siap untuk bersinar dan termotivasi berbeda dari sebelumnya! Namun sayangnya, liga tersebut ditunda karena virus COVID-19. Jadi saya harus bersabar agar bisa membuktikan diri untuk timnas dan Persija klub baru saya.

Bisnis sampingan dari Marc Klok

Seolah menjadi pesepak bola populer dan menandatangani kontrak di salah satu klub terbesar di Indonesia saja belum cukup. Marc Klok juga memiliki jiwa kewirausahaan! Tahukah Anda bahwa Marc memulai perusahaan sukses yang membantu atlet pulih dari cedera? Bersama Fabian Sporkslede, dia memulai Amplify sekitar 4 tahun yang lalu, dan saat ini kliennya adalah pemain sepak bola terbesar dunia seperti Matthijs de Ligt dan Philippe Coutinho. Mereka baru-baru ini menambahkan AFC Ajax dan Red Bull sebagai mitra baru dan dalam 1,5 tahun terakhir, Amplify telah berkembang pesat.

Marc memiliki kesepakatan sponsor dengan Adidas dan bekerja sama dengan merek olahraga terbesar di Indonesia, SPECS. Dia memiliki Coffee-Bar di Makassar, membeli rumah dekat pantai di Bali, dan memiliki brand sendiri “Marc Klok” (MK). mungkin anda berpikir di mana itu akan berhenti, tetapi masih banyak lagi yang akan datang. Ikuti terus Instagram-nya dan anda akan segera melihat bahwa “MK the Label” akan meluncurkan “MK Protein Bar !.

Dengan “MK Protein bar” saya ingin menciptakan kesadaran akan nutrisi yang tepat dan betapa pentingnya hal ini untuk mencapai tujuan kalian. Saat ini kami masih menunggu beberapa dokumen hukum, tetapi kami berharap dapat segera online.

Keluarga & Gaya Hidup

Jangan pernah melupakan dasar-dasar! Meskipun hidup saya berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir, menjadi sehat dan dicintai lebih penting daripada sukses di dalam dan di luar lapangan. Diperhatikan menjadi sebagai orang yang baik dan setia itu penting bagi saya dan saya sadar bahwa tidak semuanya sama untuk semua orang. Hidup di Indonesia juga berarti memberi kembali kepada orang-orang yang kurang beruntung. Saya akan selalu berusaha membantu orang-orang di Indonesia, jujur ​​saja, mereka telah memberi saya banyak hal dalam beberapa tahun terakhir!

Istri Marc Klok - Cacharel Day
Marc bersama istrinya Cacharel Day

Kami menyetujui ucapan terima kasih khusus kepada orang tuanya yang tidak selalu disebutkan tetapi peran mereka yang sangatlah penting dalam kariernya.

Satu pertanyaan terakhir! Jika Anda bisa menambahkan satu pemain ke skuad Persija, siapa yang akan Anda pilih?
Pasti teman saya dan rekan lini tengah dari PSM Makassar! Wiljan Pluim.

Awaydays Asia & Marc Klok
Canggu, Bali
November 2020

Comments


Tinggalkan Balasan


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× WhatsApp Us!