Thursday, July 29, 2021
Spreading the love for Indonesian football culture


Klub yang menjadi sorotan: Persiba Balikpapan

“In the spotlights” adalah kolom tentang para penggemar yang memperkenalkan klub favorit mereka. Ini bukan tentang ukuran, kota, trofi, atau…

By Awaydays Asia , in In the spotlights , at Maret 21, 2021

“In the spotlights” adalah kolom tentang para penggemar yang memperkenalkan klub favorit mereka. Ini bukan tentang ukuran, kota, trofi, atau performa saat ini, ini tentang semangat klub dan pendukungnya. Klub minggu ini yang menjadi sorotan adalah Persiba Balikpapan dari Kalimantan yang saat ini aktif di Liga 2. Kali ini ada Rizal untuk bercerita lebih jauh tentang klub ini.

Klub sepak bola Persiba Balikpapan

Persiba Balikpapan adalah kebanggaan lokal Balikpapan, Kalimantan Timur. Klub tersebut dijuluki sebagai ‘Beruang Matahari’. Dinamai setelah ‘beruang madu’ hitam legam yang berasal dari Asia Tenggara dan, di antaranya, di Kalimantan.

Klub ini terletak di tengah minyak & industri gas Indonesia dan sejarahnya dimulai pada tahun 50-an. Penampilan klub tidak stabil sejak awal, katakan yang terakhir. Naik dan turun antar liga melalui promosi dan degradasi. Kombinasi antara lokasi geografis dan performa yang tidak stabil memberi mereka julukan kedua: ‘Selicin Minyak alias licin seperti minyak’.

Persiba Balikpapan Logo

Persiba Fans

Meskipun penampilan klub tidak pernah spektakuler. Pendukung mereka masih setia pada klub. Sisi fanatik Persiba Balikpapan disebut ‘The Ballistik’. Gaya dukungan mereka sebagian besar terdiri dari koreo warna-warni dan tepuk tangan dan menari bersama di tribun secara ritmis. Penghormatan sejati untuk budaya mania Indonesia.

Ballistik didirikan pada tahun 2006. Hanya dengan sekelompok kecil 30 orang yang berkumpul untuk membentuk kelompok pendukung agar kotanya didengar. Grup Ballistik berkembang cukup cepat dan dapat dihitungkan sekitar 2.000 anggota resmi saat ini. Dulu di tahun 2010 mereka menggelar kampanye dengan mengundang rekan-rekan pendukungnya untuk membantu selama pembangunan Stadion Persiba. Kolektif tersebut membawa kampanye tersebut ke perhatian sesama warganya dengan membagikan selebaran dan pawai damai melalui pusat kota.

Derby Kaltim

Pulau Kalimantan terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Dengan Kalimantan sebagai bagian dari kue Indonesia. Pembagian pulau antar negara bukanlah satu-satunya pembagian. Lima klub bertarung untuk menjadi klub terbaik dari Kalimantan.

Dulu, derby paling sengit di pulau itu terjadi antara Persiba Balikpapan dan Putra Samarinda (Bali United sebelumnya). Dilabeli sebagai ‘Derby Kal (imantan) tim (ur)’ atau derby Kalimantan Timur.

Persaingan dimulai di lapangan tetapi segera meluas ke tribun dan di luar stadion. Berlangsung dari tahun 70-an hingga 2015. Persaingan tersebut berakhir pada tahun 2015 ketika lisensi Putra Samarinda dijual ke Bali United dan dipindahkan ke Pulau Dewata. Saat ini pertempuran untuk mahkota Kalimantan terutama antara Mitra Kukar , Borneo FC , dan Persiba Balikpapan. Meskipun Borneo F.C. saat ini aktif di Liga 1, dengan demikian saat ini menjadi tim dengan performa terbaik dari Kalimantan. Terutama pertandingan Liga 2 antara Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan yang diperhitungkan sebagai salah satu pertandingan terbaik untuk Ballistik.

Selain rivalitas, Ballistik juga membangun dan memelihara hubungan dengan beberapa fans berbasis Java di antaranya: Pasoepati (Persis Solo), Persikmania (Persik Kediri), Panser Biru (PSIS), dan Aremania (Arema).

Club in the spotlights: Persiba Balikpapan

Stadium

Persiba Stadium

Dari 1986 hingga 2017 Persiba memainkan pertandingan kandang mereka di Stadion Persiba yang nyaman. Stadion berkapasitas 12.500 yang akan menampung suasana luar biasa selama pertandingan kandang.

Stadium Persiba

Batakan Stadium

Stadion Batakan yang modern kini menjadi panggung Persiba Balikpapan dan Ballistik. Meski stadionnya canggih, 40.000 kursi terlalu banyak untuk diisi selama pertandingan kandang Persiba. Anda kebanyakan akan menemukan pendukung di ring bawah selama pertandingan liga. Meskipun Anda menemukan rumah yang terjual habis setelah tim nasional Indonesia atau permainan pemuda mogok di kota.

Batakan Stadium

Keistimewaan kuliner

Saat Anda berada di Awayday, Anda berada di sana untuk mendukung tim Anda menuju kemenangan di kota yang tidak bersahabat. Ini juga memberikan kesempatan sempurna untuk menggali makanan khas setempat! Tapi apa makanan khas lokal yang harus Anda coba di Balikpapan? Nah, itu pasti Roti Mantau!

Apa itu Roti Mantau? Mantau adalah roti lembut tradisional yang mirip dengan roti Bapao terkenal dari China. Roti Mantau adalah favorit penduduk setempat yang sudah ada sejak lama dan menjadi favorit turis lokal untuk dibawa pulang.

Meskipun roti bapao biasa biasanya diisi dengan daging atau cokelat. Alternatif Balikpapan murni terbuat dari tepung terigu tanpa isian. Atau, mereka cenderung menyajikan roti mereka dengan saus lada hitam. Mungkin terdengar aneh pada awalnya, tetapi sebenarnya itu adalah camilan yang enak!

Roti Mantau served with Black Pepper Sauce

Comments


× WhatsApp Us!